Senin, 04 Januari 2010

Catatanku 2010

TULISAN PERTAMAKU

10 Tips Menghadapi Ujian

Tidak terasa waktu begitu cepat bergulir, dan sebentar lagi ujian sudah di depan mata. Yach...Ujian Akhir Nasional memang sebuah pertarungan yang menentukan masa depan pendidikan kita semua. Bukan rahasia umum lagi ujian yang satu ini sangat menyita waktu kita dalam mempersiapkan seluruh materi yang nantinya diujikan.

Persiapan untuk menghadapi ujian itu hal yang paling penting untuk menentukan kesiapan dalam mengerjakan semua soal yang ada. Tetapi bagaimana kelanjutannya, maksudnya proses pengerjaan pada saat ujian . Nah,... berikut ini ada 10 tips yang sangat membantu kamu dalam mengerjakan ujian tersebut.

* Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.
Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.
* Tenang dan percaya diri.
Ingatkan dirimu bahwa kamu sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.
* Bersantailah tapi waspada.
Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan kamu mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak.
*
Preview soal-soal ujianmu dulu (bila ujian memiliki waktu tidak terbatas)
Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika kamu membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.
* Jawab soal-soal ujian secara strategis.
Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang kamu ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang seharusnya kamu kerjakan adalah:
o soal paling sulit
o yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya
o memiliki nilai terkecil
* Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ditebak.
Mula-mulai, abaikan jawaban yang kamu tahu salah. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat kamu abaikan. Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika kamu tidak mengetahui secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai digunakan. Karena pilihan pertama akan jawabanmu biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila kamu yakin akan koreksi yang kamu lakukan.
* Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis.
Buat kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin kamu tulis. Kemudian nomori ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak kamu diskusikan dulu.
* Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya.
Tulis kalimat pokokmu pada kalimat pertama. Gunakan paragraf pertama sebagai overview esaimu. Gunakan paragraf-paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin-poin utama secara mendetil. Dukung poinmu dengan informasi spesifik, contoh, atau kutipan dari bacaan atau catatanmu.
* Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.
Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah kamu menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa kamu telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal). Bandingkan jawaban matematikamu yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.
* Analisa hasil ujianmu.
Setiap ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai denganmu. Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah. Gunakan kertas ujian sebelumnya ketika belajar untuk ujian akhir.
Sumber dari www.studygs.net/indon/tsttak1.htm

SELAMAT BELAJAR DAN SUKSES SELALU BUAT SMK AN-NURMANIYAH

Jumat, 06 November 2009

" BAHAGIA MENJADI GURU "

"Happiness comes of the capacity to feel deeply, to enjoy simply, to
think freely, to risk life, to be needed. – Kebahagiaan berasal dari
kapasitas untuk merasakan, menikmati, berpikir bebas, menghadapi
resiko hidup, dan menjadi dibutuhkan."
Storm Jameson.

Kebahagiaan adalah ide yang sangat abstrak dan bersifat sangat
subyektif. Kebahagiaan dapat terkait dengan tercapainya suatu
keinginan atau kebutuhan kita. Tetapi kebahagiaan seorang guru
menurut saya sangat terkait dengan tanggung jawabnya mendidik dan
mengajarkan nilai-nilai penting dan inspiratif terhadap para
siswanya. Ketika seorang guru dapat melakukan beberapa hal berikut
ini kemungkinan besar ia dapat memiliki semua sumber kebahagiaan
bahkan lebih dari semua yang dipaparkan oleh Storm Jameson tersebut.

Seorang guru bahagia karena ia mencintai profesi sebagai pendidik.
Ia mendapatkan kepuasan tersendiri ketika dapat mendidik para murid,
walaupun mungkin kehidupan pribadi mereka sederhana dan jauh dari
kemewahan. Seorang guru akan jauh lebih bahagia, jika apa yang telah
mereka lakukan tak hanya membuat para murid pintar melainkan
menginspirasi bahkan menggerakkan para murid untuk mengubah diri
mereka menjadi lebih baik.

Mencintai proses pembelajaran dengan memperluas wawasan ilmu
pengetahuan melalui berbagai macam buku, seminar, kaset, radio dan
lain sebagainya adalah sumber kebahagiaan seorang guru. Karena
tanggung jawab seorang guru bukanlah sekedar menjelaskan subyek atau
materi pelajaran, melainkan memberikan contoh sikap bahwa kemauan
untuk terus belajar dapat meningkatkan kreatifitas dan memaksimalkan
potensi diri. Seorang guru akan semakin bahagia jika mampu
menginspirasi para siswa belajar lebih giat.

Rasa syukur yang besar terhadap Tuhan YME mendatangkan keindahan dan
kebahagiaan. Rasa syukur membuat guru lebih bahagia, karena rasa
syukur itu membuatnya dapat menjelaskan ilmu pengetahuan kepada para
muridnya dengan bahasa yang positif pula. Ia akan lebih bahagia jika
sikap yang positif serta ilmu pengetahuan yang ia sampaikan
menginspirasi para muridnya untuk lebih kreatif dan positif dalam
menggunakan ilmu pengetahuan tersebut.

Seorang guru akan bahagia jika tidak membebani hidupnya dengan
orientasi mendapatkan imbalan. Ia bahagia karena tidak pernah
mengharap balas jasa dari murid atas semua yang diberikannya. Ia
sudah cukup senang dapat mengabdikan diri untuk membentuk para tunas
bangsa menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

Guru akan bahagia jika berhasil membangkitkan semangat para murid
yang nyaris terpuruk karena kehilangan jati diri. Untuk semua itu ia
akan rela melakukan apapun, walaupun harus menghadapi banyak
kesulitan. Mendampingi dan membentuk anak-anak didik menjadi tegar
dan optimis, baginya jauh lebih menyenangkan dibandingkan apapun
juga.

Seorang guru bahagia, jika ia menjadi diri sendiri dan tidak
membandingkan dengan orang lain. Ia bebas berekspresi sebagai diri
sendiri dalam menyampaikan ilmu pengetahuan agar terserap dan
bermanfaat bagi anak didiknya. Ia akan berbahagia jika etika yang ia
tunjukkan itu dapat menumbuhkan keberanian para murid untuk
menjalani kehidupan dengan jujur dan menghargai diri sendiri.

Guru bahagia karena ia mencintai murid-muridnya, bagaimanapun
keadaan mereka. Ia menikmati saat bersama-sama berjuang melawan
keterbatasan diri dengan ilmu pengetahuan dan budi pekerti.
Sebagaimana M. Scott Peck mengatakan, "When we love something it is
of value to us, and when something is of value to us we spend time
with it, time enjoying it and time taking care of it. – Ketika kita
mencintai sesuatu maka itu akan berarti bagi kita. Ketika sesuatu
berarti bagi kita, maka kita akan senang menghabiskan waktu
untuknya, menikmatinya, dan memeliharanya" .

Guru yang bahagia adalah guru yang terus memperkaya ilmu
pengetahuannya. Dengan demikian ia dapat mengkreasikan metode
mengajar, sehingga para murid dapat dengan mudah menyerap ilmu
pengetahuan yang ia sampaikan. Semakin luas ilmu yang ia miliki,
semakin mudah baginya mengubah kesulitan hidup menjadi anugrah yang
membahagiakan.

Seorang guru bahagia, karena kehidupannya berjalan seimbang.
Keseimbangan tersebut dikarenakan ia mampu memanajemen waktu. Ia
dapat menggunakan waktu secara efektif dan proprosional untuk diri
sendiri, keluarga, profesi, kegiatan sosial, belajar dan beribadah.
Sumber kebahagiaan seorang guru berasal dari dalam dirinya sendiri.
Ia bahagia ketika mampu menginspirasikan harapan, kebahagiaan,
kekuatan sekaligus nilai-nilai moralitas kepada generasi masa depan.
Ia akan lebih bahagia jika para anak didik itu mampu melakukan hal
serupa dengan dirinya.

Note : Artikel ini adalah inti pembicaraan di Seminar
Pendidikan "Menjadi Guru Yang Menyenangkan, Inovatif dan Kreatif."

Sumber: Bahagia Menjadi Guru oleh Andrew Ho, seorang pengusaha,
motivator, dan penulis buku-buku best seller.

SENANGNYA MENJADI GURU

"Happiness comeses of the capacity to feel deeply, to enjoy simply, to
think freely, to risk life, to be needed. – Kebahagiaan berasal dari
kapasitas untuk merasakan, menikmati, berpikir bebas, menghadapi
resiko hidup, dan menjadi dibutuhkan."
Storm Jameson.

Kebahagiaan adalah ide yang sangat abstrak dan bersifat sangat
subyektif. Kebahagiaan dapat terkait dengan tercapainya suatu
keinginan atau kebutuhan kita. Tetapi kebahagiaan seorang guru
menurut saya sangat terkait dengan tanggung jawabnya mendidik dan
mengajarkan nilai-nilai penting dan inspiratif terhadap para
siswanya. Ketika seorang guru dapat melakukan beberapa hal berikut
ini kemungkinan besar ia dapat memiliki semua sumber kebahagiaan
bahkan lebih dari semua yang dipaparkan oleh Storm Jameson tersebut.

Seorang guru bahagia karena ia mencintai profesi sebagai pendidik.
Ia mendapatkan kepuasan tersendiri ketika dapat mendidik para murid,
walaupun mungkin kehidupan pribadi mereka sederhana dan jauh dari
kemewahan. Seorang guru akan jauh lebih bahagia, jika apa yang telah
mereka lakukan tak hanya membuat para murid pintar melainkan
menginspirasi bahkan menggerakkan para murid untuk mengubah diri
mereka menjadi lebih baik.

Mencintai proses pembelajaran dengan memperluas wawasan ilmu
pengetahuan melalui berbagai macam buku, seminar, kaset, radio dan
lain sebagainya adalah sumber kebahagiaan seorang guru. Karena
tanggung jawab seorang guru bukanlah sekedar menjelaskan subyek atau
materi pelajaran, melainkan memberikan contoh sikap bahwa kemauan
untuk terus belajar dapat meningkatkan kreatifitas dan memaksimalkan
potensi diri. Seorang guru akan semakin bahagia jika mampu
menginspirasi para siswa belajar lebih giat.

Rasa syukur yang besar terhadap Tuhan YME mendatangkan keindahan dan
kebahagiaan. Rasa syukur membuat guru lebih bahagia, karena rasa
syukur itu membuatnya dapat menjelaskan ilmu pengetahuan kepada para
muridnya dengan bahasa yang positif pula. Ia akan lebih bahagia jika
sikap yang positif serta ilmu pengetahuan yang ia sampaikan
menginspirasi para muridnya untuk lebih kreatif dan positif dalam
menggunakan ilmu pengetahuan tersebut.

Seorang guru akan bahagia jika tidak membebani hidupnya dengan
orientasi mendapatkan imbalan. Ia bahagia karena tidak pernah
mengharap balas jasa dari murid atas semua yang diberikannya. Ia
sudah cukup senang dapat mengabdikan diri untuk membentuk para tunas
bangsa menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

Guru akan bahagia jika berhasil membangkitkan semangat para murid
yang nyaris terpuruk karena kehilangan jati diri. Untuk semua itu ia
akan rela melakukan apapun, walaupun harus menghadapi banyak
kesulitan. Mendampingi dan membentuk anak-anak didik menjadi tegar
dan optimis, baginya jauh lebih menyenangkan dibandingkan apapun
juga.

Seorang guru bahagia, jika ia menjadi diri sendiri dan tidak
membandingkan dengan orang lain. Ia bebas berekspresi sebagai diri
sendiri dalam menyampaikan ilmu pengetahuan agar terserap dan
bermanfaat bagi anak didiknya. Ia akan berbahagia jika etika yang ia
tunjukkan itu dapat menumbuhkan keberanian para murid untuk
menjalani kehidupan dengan jujur dan menghargai diri sendiri.

Guru bahagia karena ia mencintai murid-muridnya, bagaimanapun
keadaan mereka. Ia menikmati saat bersama-sama berjuang melawan
keterbatasan diri dengan ilmu pengetahuan dan budi pekerti.
Sebagaimana M. Scott Peck mengatakan, "When we love something it is
of value to us, and when something is of value to us we spend time
with it, time enjoying it and time taking care of it. – Ketika kita
mencintai sesuatu maka itu akan berarti bagi kita. Ketika sesuatu
berarti bagi kita, maka kita akan senang menghabiskan waktu
untuknya, menikmatinya, dan memeliharanya" .

Guru yang bahagia adalah guru yang terus memperkaya ilmu
pengetahuannya. Dengan demikian ia dapat mengkreasikan metode
mengajar, sehingga para murid dapat dengan mudah menyerap ilmu
pengetahuan yang ia sampaikan. Semakin luas ilmu yang ia miliki,
semakin mudah baginya mengubah kesulitan hidup menjadi anugrah yang
membahagiakan.

Seorang guru bahagia, karena kehidupannya berjalan seimbang.
Keseimbangan tersebut dikarenakan ia mampu memanajemen waktu. Ia
dapat menggunakan waktu secara efektif dan proprosional untuk diri
sendiri, keluarga, profesi, kegiatan sosial, belajar dan beribadah.
Sumber kebahagiaan seorang guru berasal dari dalam dirinya sendiri.
Ia bahagia ketika mampu menginspirasikan harapan, kebahagiaan,
kekuatan sekaligus nilai-nilai moralitas kepada generasi masa depan.
Ia akan lebih bahagia jika para anak didik itu mampu melakukan hal
serupa dengan dirinya.

Note : Artikel ini adalah inti pembicaraan di Seminar
Pendidikan "Menjadi Guru Yang Menyenangkan, Inovatif dan Kreatif."

Sumber: Bahagia Menjadi Guru oleh Andrew Ho, seorang pengusaha,
motivator, dan penulis buku-buku best seller

Kamis, 29 Oktober 2009

Tak Menentu…

Jadi teringat ketika saya berada di depan kelas, saya amati anak didik saya. Dari sekian siswa yang hadir di kelas mereka memiliki bermacam-macam karakter, ada yang serius mengikuti pelajaran ada juga yang bermalas-malasan. Juga ada yang masih bertanya-tanya “mau dibawa kemana saya ini oleh guru saya?”

Dengan semangat dan berapi-api bak api menyala dimalam yang gelap gulita, saya tetap mendidik walau entah apa yang akan terjadi pasca pembelajaran nanti.

SELAMAT BELAJAR !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


Rabu, 28 Oktober 2009

SAJAK BUAT GURU

JIKA ADA RASA IKHLAS ITU


lalu gelisahku bertemu
kawan lama bertahun tak sua
kujumpai pada siang terik mentari
surabaya tak alang kepalang panasnya

di lobby inna simpang hotel nan sejuk
mengurai bimbang cerita-cerita lama
tanpa ujung batas tentang kawan sebangku
tentang kawan-kawan kuliah tak pernah temu
tanpa rasa-rasa jemu

hari seakan berlari kembali
ke arah waktu lampau
saat di bawah tanjung kampus kita
bersama mimpi dan mengigau

nasib selalu tak tertib
waktu bisa menggergaji ingatan
lupa kepada seorang kawan
adalah biasa. hanya perubahan
adalah abadi di alam ini

wajahmu seakan tak berubah
hanya perilaku jauh dari dulu
ada mukena membalut rambutmu
seperti ustadzah kampungku
begitu ayu!

wajahmu seakan tak berubah
hanya laku tomboy dulu
musnah di mataku. ditelan indah
mukena. mukenamu
begitu sederhana. begitu mempesona

benar pilihanmu
guru adalah pekerjaan paling mulia
jika ada rasa ikhlas itu

Kutipan : http://amingaminoedhin.blogspot.com/2009/03/sajak-buat-guru.html

Menjadi Guru Yang Baik...........…???

Bagaimana menjadi guru yang baik…???

Gilbert H. Hunt dalam bukunya effective teaching mengatakan bahwa guru yang baik itu harus memenuhi tujuh criteria yaitu :

1. Sifat

Guru yang baik harus mempunyai sifat-sifat yang antusias, stimulatif, mendorong siswa untuk maju, hangat, berorientasi pada tugas dan bekerja keras, toleran, sopan, dan bijaksana, bias dipercaya, pleksible, dan mudah menyesuaikan diri, demokratis, penuh harapan bagi siswa, tidak semata mencari reputasi pribadi, mampu mengatasi stereotype siswa, bertanggung jawab terhadap kegiatan belajar siswa, mampu menyampaikan pereasaannya, dan memiliki pendengaran yang baik.

2. Pengetahuan,

Guru yang baik juga memiliki pengetahuan yang memadai dalam mata pelajaran yang di embannya, dan terus mengikuti kemajuan dalam bidang ilmunya itu.

3. Apa yang disampaikan

Guru yang baik juga mampu memberikan jaminan bahwa materi yang disampaikannya mencakup semua unit bahasan yang diharapkan siswa secara maksimal.

4. Bagaimana Mengajar

Guru yang baik mampu menjelaskan berbagai informasi secara jelas, dan terang, mendorong semua siswa untuk berpartisipasi, memonitor dan bahkan sering mendatangi siswa, memonitor tempat duduk siswa , melakukan formatif test dan post test, menggunakan beberapa bahan tradisional, berpartisipasi dan mampu memberikan perbaikan terhadap kesalahan konsepsi yang dilakukan siswa

5. Harapan

Guru yang baik mampu memberikan harapan pada siswa, mampu membuat siswa akuntabe, dan mendorong partisipasi orang tua dalam memajukan kemampuan akademik siswanya.

6. Reaksi guru terhadap siswa

Guru yang baik bisa menerima berbagai masuka, resiko, dan tantangan, selalu memberikan dukungan pada siswanya, konsisten dalam kesepakatan-kesepakatan dengan siswa, bijaksana terhadap kritik siswa, mampu menyediakan waktu yang pantas untuk siswa bertanya, cepat dalam memberikan feed back bagi siswa dalam membantu mereka belajar.

7. Management

Guru yang baik juga harus mampu menunjukkan keahliandalam perencanaan, memiliki kemampuan mengorganisasi kelas sejak hari pertama dia bertugas, cepat memulai kel;as, melewati masa transisi dengan baik, dapat meminimalisasi gangguan, dapat menerima suasana kelas yang ribut dengan kesiatan pembelajaran, memiliki tehnik untuk mengontrol kelas, memberikan hukuman dengan bentuk yang paling ringan, dapat memelihara suasana yang tenang dalam belajar dan tetap dapat menjaga siswa untuk tetap belajar menuju sukses